Perawatan Perineum Pasca Melahirkan

Apa itu PERINEUM?

Perineum itu daerah antara kedua belah paha yang dibatasi oleh vulva dan anus. Daerah perineum ini akan digunting oleh dokter sesaat sebelum keluarnya kepala bayi guna memperbesar muara keluarnya kepala bayi. Perawatan luka perineum ini sangat penting dilakukan setelah melahirkan sampai dengan kondisi perineum kembali seperti pada waktu hamil karena rentan sekali terkena infeksi. Infeksi yang umumnya terjadi akibat tidak benarnya perawatan luka perineum yaitu terjadi di daerah vulva, perineum maupun sampai ke dalam uterus. Melalui perawatan perineum yang benar maka luka jahitan perineum akan sembuh lebih cepat. Selama persalinan vulva merupakan pintu gerbang masuknya kuman-kuman. Bila daerah vulva dan perineum tidak bersih maka mudah sekali terjadi infeksi pada jahitan perineum, saluran vagina maupun uterus.

Bentuk luka perineum diantaranya,

  1. Rupture

Luka ini diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara alamiah karena proses desakan kepala janin atau bahu pada saat persalinan. Bentuk rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan yang robek sulit dilakukan penjahitan. Rupture grade 1 tidak perlu dijahit, besar lukanya kecil. Rupture grade 2 terjadi di mukosa jaringan, bisa dijahit atau tidak. Rupture grade 3 dan 4 termasuk golongan berbahaya dan harus dijahit.

  1. Episiotomi

Irisan bedah pada perineum untuk memperbesar muaranya vagina yang dilakukan tepat sebelum keluarnya kepala bayi. Rata-rata hal ini diberlakukan pada semua ibu yang melahirkan secara normal untuk menghindari robekan perineum yang tidak beraturan. Hal ini juga untuk memudahkan keluarnya kepala bayi dari jalan lahir.

Kapan saat perawatan luka perineum?

  1. Saat mandi

Ibu postpartum (yang teleh melahirkan) pasti melepas pembalut, setelah pembalut terbuka ada kemungkinan terjadinya kontaminasi bakteri pada cairan yang ada di pembalut. Oleh karena itu perlu sering dilakukan penggantian pembalut sehingga tidak terjadi penumpukan kotoran di pembalut dan tidak mengundang berkembangnya bakteri. Luka perineum pun harus dibersihkan dengan air mengalir saat mandi supaya tidak ada kotoran yang tersisa.

  1. Setelah buang air kecil

Saat buang air kecil kemungkinan kontaminasi dapat terjadi akibat dari kontak antara urin dengan rectum, sehingga dianjurkan luka perineum untuk dicuci dangan sabun hingga bersih.

  1. Setelah buang air besar

Pembersihan setelah buang air besar juga dilakukan dengan satu arah yaitu dari arah depan ke belakang terutama kotoran-kotoran di sekitar anus karena kontaminasi bakteri bisa menyebar dari anus ke perineum yang letaknya bersebelahan.

Cara perawatan luka perineum

1. Persiapan

– air dingin

– sabun dan washlap

– handuk kering dan bersih atau tissue

– pembalut ganti

-celana dalam bersih

2. Cara merawatnya

– lepas semua pembalut dan cebok dari arah depan ke belakang

washlap dibasahi dan buat busa sabun lalu digosokkan dengan washlap perlahan ke seluruh      lokasi luka jahitan

-bilas dengan air dingin dan diulangi lagi hingga yakin luka jahitan benar-benar bersih, bila perlu lihat luka dengan menggunakan cermin kecil

– Kenakan pembalut baru yang bersih dan nyaman serta celana dalam yang bersih dan terbuat dari bahan katun

– Sering-seringlah ganti pembalut jangan sampai dibiarkan menggunakan pembalut yang penuh terisi darah dalam waktu yang lama. Semakin bersih luka jahitan maka akan semakin cepat sembuh dan kering

– Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang tinggi serat dan berprotein tinggi agar luka jahitan cepat sembuh

 

Suumber : Kursus prenatal Hermina Pasteur

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s