Ketika Panggilan Itu Datang…

Dari awal nikah, suami udah merencanakan untuk pergi haji setahun setelah kita nikah. Kebetulan karena domisili suami yang tinggal di Jepang membuat daftar haji bisa dilakukan tanpa menunggu bahkan bisa dilakukan kurang dari 1 bulan dari jadwal keberangkatan. Rencana ini sesuai dengan keinginanku yang berencana untuk tidak segera punya anak setelah menikah, ini juga disetujui oleh suami. Jadinya kita bakal having fun dulu alias pacaran halal hehehe. Rencana ini sejalan dengan rencana kita yang akan menyegerakan pergi haji. Kita tunda deh buat punya anak sampai pulang dari haji.

Setelah tahun berganti menjadi 2013 juga seiring dengan banyaknya rencana, kita jadi sedikit bimbang untuk memenuhi panggilan Allah swt. Sempat kita menjadikan haji bukan sebagai prioritas utama. Karena saat yang bersamaan suamiku ingin mendaftar sekolah. Persiapan untuk cari sekolah, profesor, pendaftaran dan ujian masuk ditambah kesibukan kerja setiap harinya terkadang membuat kita mengesampingkan persispan haji. Jadwal masuk kuliah yang bersamaan dengan perkiraan waktu haji menjadi dilema tersendiri. Bersamaan dengan itu belum adanya kepastian diterima atau tidaknya suami untuk kuliah juga semakin menambah beban pikiran.

Kebimbangan kami pun berlanjut ketika harus memilih travel untuk kami mendaftar haji. Di Jepang yang kami ketahui ada 2 travel yang biasa digunakan muslim untuk berhaji. Kami pun menggali informasi sebanyak-banyaknya tentang 2 travel tersebut dengan mencari informasi di internet dan juga bertanya kepada teman-teman sekitar yang sudah lebih dahulu berhaji. Kami pun tak tanggung-tanggung untuk datang langsung ke kantor kedua travel tersebut untuk mengetahui penjelasan langsung dari sang empunya travel ato pun staf-nya. Kami pikir akan lebih puas untuk kami menentukan pilihan jika telah datang langusung ke kantor travel dan mencoba service mereka dimulai dari penjelasan rencanan perjalanan yang mereka tawarkan.

Ketika kegalauan melanda kami, orang tua pun mengingatkan bahwa pergi ke Baitullah dan mintalah apa pun keinginan disana, jangan menunda-nunda ibadah jika kita memang sudah mampu dan ingat niat di awal pernikahan yang akan menyegerakan haji. Pesan itulah yang membuat kami tertampar seketika terhenyak atas mengingat cita-cita kami di awal pernikahan. Alhamdulillah orang tua mengingatkan kami dan segeralah kami untuk kembali ke jalur yang sedari awal sudah kami rencanakan. Memang jika kita harus meniatkan ibadah itu pertama, niat dari awal harus segera direalisasikan. Dari situ kami langsung mematangkan niatkan berhaji dan berdoa kepada Allah swt agar segera ditunjukkan pilihan yang terbaik.

Dari segala macam informasi yang kami dapat dan juga solat istikharah meminta petunjuk kepada Allah swt, sehari sebelum bulan Ramadhan, kami mendaftar haji ke Mian Travel. Ketika mendaftar kami menyerahkan formulir disertai syarat-syarat  yang harus dibutuhkan untuk pengurusan visa dan juga booking fee. Alhamdulillah dengan mendaftar berhaji perasaan kami menjadi lebih tenang dan semakin bersemangat untuk mempersiapan diri dan mental untuk datang menjadi tamu Allah swt. PR selanjutnya persiapan untuk mencari ilmu tentang berhaji, persiapan fisik dan mental untuk ke Baitullah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s