Suntik Meningitis

Salah satu persyaratan untuk pergi haji itu suntik meningitis. Pemerintah Saudi Arabia sendiri mewajibkan siapa saja yg akan berkunjung ke tanah suci baik itu umrah atopun haji diharuskan terlebih dahulu untuk melakukan vaksin meningitis dan memiliki sertifikatnya. Ini berguna untuk mengurangi resiko terinfeksi penyakit meningitis. Saudi Arabia, Amerika Utara, Amerika Latin, Australia, Selandia Baru, dan negara-negara di Afrika merupakan negara endemik meningitis. Oleh sebab itu untuk mencegahnya sebaiknya sebelum berkunjung ke negara-negara tersebut hendaknya tubuh kita memiliki kekebalan atas penyakit meningitis.

Meningitis dikenal sebagai penyakit radang pada membran/selaput pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang seluruhnya dikenal dengan meningen. Penyebabnya virus, bakteri, atau juga mikroorganisme, namun jarang karena disebabkan oleh obat-obat tertentu. Meningitis dapat menyebabkan keatian karena menyerang orak dan sumsum tulang belakang sehingga dikategorikan medical emergency. Gejala yang diperlihatkan penderita diantaranya sakit kepala, leher kaku disertai demam, kebingungan atau perubahan kesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya/photophobia atau suara keras/phonophobia. Adanya ruam merah, ini juga petunjuk adanya infeksi bakteri/virus meningitis. Contohnya ruam merah terjadi karena adanya abkteri meningokokus.

Di Indonesia suntik meningitis cenderung lebih gampang. Kita tinggal pergi ke tempat yg ditunjuk pemerintah setempat buat melakukan suntik bagi calon jemaah haji. Pemerintah kita memang mewajibkan bagi calon jemaan haji untuk melakukan suntik meningtis sebelum pergi ke tanah suci guna mencegah penyebaran penyakit ini ketika musim haji datang. Selain itu pemerintah juga menganjurkan vaksin yang lain yaitu vaksin influenza untuk mencegah serangan virus korona yang sedang semerbak di Saudi Arabia. Pertanyaannya bagaimana calon jemaah lainnya yang ada di luar Indonesia? Tentu saja tidak ada pengecualian, tetap harus melakukan vaksin meningitis. Inilah yang gw dan suami alami di negeri yang minoritas muslim. Gw dan suami memang merencanakan untuk melakukan haji/umrah vaksin 1 bulan sebelum keberangkatan haji. Makanya di awal september ini kita sudah mulai mengumpulkan informasi klinik di sekitar Tokyo yang menyediakan vaksin meningitis. Dari teman kita dapet 2 rekomendasi klinik. satu klinik khusus travel, klinik yang biasa menangani pasien yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri dimana dari negera yang dituju itu disyaratkan untuk memperoleh vaksinasi tertentu, vaksin ini adanya di hibiya line, klinik hibiya. Sebelum datang untuk vaksin kita bikin janji dulu sama dokternya. Klinik lainnya namnanya primary care tokyo, udah ada temen suami yang insya allah saam2 brangkat taun ini vaksin meningitis sama bikin certificate of helath disini jadi lumayan ada referensi. Klo di klinik ini ga perlu reserved dulu langsung dateng jg gpp tetep dilayani. Nilai plus lainnya, di klinik PCT ini websitenya informatif banget sampe ada daftar harga vaksin, baik vaksin impor ato vaksin yang memang sudah biasa dipakai di Jepang. Akhirnya kita putusin buat vaksin di klinik PCT. Bismillah…

Pagi-pagi sebelum suntik, suami inget akan halal ato tidaknya si vaksin yang akan kita pakai. Dari situ kagetlah, oh iya mesti cek juga soal kehalalan ini. jadinya kita sibuklah browsing cari-cari vaksin meningitis yg dianjurkan buat dipake sama negar2 mayoritas muslim ato komunitas muslim di dunia. Kita juga searching di Indonesia merk vaksin apa yang dipake sama calon jemaah haji. kita nemuin berita klo di Indonesia dinkes menyarankan untuk pake merk Menveo buatan novartis sama vaksin Mevac ACYW produksi Zheiyiang Tianjuan (Cina), berstatus halal. Sedangkan vaksin Mevac ACYW 135 produksi GlaxoSmithKline (Belgia) bersinggungan dengan unsur dari babi sehingga MUI memberikan fatwa haram. Sertifikasi halal yang dilakukan oelh MUI terhadap ketiga perusahaan produsen vaksin yait meliputi bahan, proses, fasilitas, produksi, sistem. Titik kritis penentuan apakah vaksin halal atau tidak itu ada di media pertumbuhan. Jika di proses tersebut bersinggungan dengan zat yang bahan yang berasal dari babi atau yang terkontaminasi dengan produk yang tercemar dengan najis babi (mutanajis). Jika dari hasil audit terbukti media tersebut bersentuhan dengan bahan yang mengandung babi atau terkontaminasi najis babi, maka produk tsb. difatwakan haram. Begitu pula sebaliknya. Begitu tiba di primary care tokyo, kita tanya apa ada merk Menveo karena awalnya si perawat bilan klo umumnya orang suntik meningitis pake yang Mencevax, harganya murah 11000 yen. sedangkan Menveo harganya 18000yen sesuai sama harga yang tercantum di website-nya. Waduh sempet kaget juga ternyata jauh beda harganya, ya gpp lah semoga berkah. Akhirnya kita putusin baut pake menveo sama sekalian bikin certificate of health 2100yen. Ceertificate of helath ini juga diminta buat aplikasi visa haji, ini surat keterangan sehat yang paling sederhana karena hanya memeriksa tekanan darah, denyut nadi, suhu tubuh, dan sisanya mengisi kuesioner yang disesdiakan oleh klinik PCT. Menurut informasi yang kita browisng, selain di Indonesia Menveo salah satu vaksin yang dianjurkan bagi calon Jemaah haji oleh Muslim Council Britain dan juga sudah di-approve oleh FDA dan US Islamic Association.

20130920-144941.jpg

 

Source :

http://kainahealthcare.blog.inharmonyclinic.com/vaksin-meningitis-halal-jakarta/

http://www.meningitisuk.org/meningitis/research/vaccines/acwy-travel-vaccine

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s