Bunuh Diri di Stasiun Azamino

Ini kejadiannya 2 ato 3 minggu yang lalu. Gw sendiri akhirnya ngalamin yang namanya kereta berhenti gara-gara ada orang yang bunuh diri dengan menabrakan diri ke kereta yang lagi jalan. Waktu itu gw abis dari pengajian di Fujigaoka, mau pulang sama temen2 pake kereta Den-en-toshi Line ke arah  Azamino, Futakotamagawa. Kereta yang gw naikkin itu kereta lokal, yang berenti di setiap stasiun yang dilewatin. Setelah naik kereta terus ngelewatin 2 stasiun,selanjutnya kereta bakal berenti di stasiun berikutnya yaitu Azamino. Saat itu ketika kereta udah masuk ke stasiun Azamino, sebelum kereta berenti dengan posisi benar tiba2 masinis kereta ngerem mendadak, sehingga ada sedikit guncangan bagi kita penumpang. Kebetulan gerbong gw naek itu gerbong kedua dari lokomotif paling depan, ototmatis gw ngerasa ini masinis ngerem mendadak pasti ada apa2. O iya, waktu kereta gw ngerem mendadak, ada kereta lain di jalur yg arahnya berlawanan yang berhenti ke stasiun yang sama. Kontan saat itu orang-orang di kereta pada ribut ada apa ini, pake bahasa jepang yg bikin rooming hahahha. Gw sama temen2 juga bertanya-tanya ada apa. Orang-orang di stasiun riuh ramai berlarian ke arah depan kereta yg gw tumpangin, ga lama banyak petugas stasiun yg datang ke arah yg sama. Bersamaan dengan itu ada pengumuman dari petugas stasiun, pake microphone gt atas apa yg terjadi. Gw sama temen2 langsung jalan pindah gerbong ke yg paling depan, tepat di belakang lokomotif, pengen liat apa yg sebenernya terjadi di depan kereta itu. Tapi karena saking banyaknya orang yang pengen liat dari sela-sela kaca gerbong kereta, jadinya ga keliatan jelas apa yang ada di depan kereta yg gw tumpangin. Saat itu pintu kereta ga bisa dibuka.  Makin bikin panik, berapa lama lagi mesti nunggu ini kereta pintunya kebuka. Kemungkinan sih otomatis terkunci, supaya penumpang ga panik keluar berhamburan.

Dari dalam gerbong kereta gw liat banyak petugas stasiun yg langsung memeriksa rel kereta yang ada di seberang jalur kereta yg gw tumpangin. Mereka menyisir, menunduk ke bagian bawah kereta yang ada di jalur yang berlawanan dengan kereta gw. Ketika petugas stasiun lagi memerikasa, ga lama dari itu polisi datang bareng sama petugas pemadam kebakaran yang bawa2 tandu & trash bag. Dari temen gw yang berhasil liat dari sela-sela kaca gerbong, sepertinya ada orang yang tergelatak di kolong kereta yang ada di jalur seberang kereta gw. Orang itu posisinya melintang diantara rel. Ya ampun baru dari situ gw tau ini adegan bunuh diri. Ga lama dari itu petugas udah berhasil ngangkat mayat orang itu yang dimasukkin ke trash bag warna putih. Gw sempet liat polisi & petugas stasiun yang bawa2 trash bag putih ke sisi stasiun yang riuh ramai sama penumpang. Udah bunuh diri salah, eh malah ngerepotin orang banyak gini. kereta jadi terhenti. Petugas stasiun & polosi bolak balik meriksa tempat kejadian biar mastiin ga ada potongan tubuh dari mayat tersebut yang tertinggal,  ngebersihin tempat kejadian sama dokumentasi buat penyelidikan. Terlihat mereka mencatat juga mengambil foto tempat kejadian.

Kurang lebih  20 menit dari kereta berhenti, akhirnya pintu kereta kebuka. Alhamdulillah, akhirnya bisa juga keluar dari kereta. Serentak semua penumpang berhamburan keluar gerbong, terburu-buru buat keluar stasiun ato ganti kereta lain. Saat itu masih banyak orang yang berkerumun juga banyak petugas yg lagi menyelidiki kejadian tersebut. Dari stasiun lantai satu, gw denger pengumuman dari petugas yang katanya kemungkinan kereta akan berhenti selama 1 jam untuk kepentingan penyelidikan. Banyak sekali penumpang yang menunggu atau pun terlantar di jalur Den en-toshi.

Kalo ada kejadian bunuh diri dengan menabrakka diri ke kereta, kerata bakal berenti kurang lebih selama 1 jam karena tempat kejadian akan diselidiki oleh petugas juga diperlukan waktu untuk membersihkan mayat korban bunuh diri. Ini ide bunuh diri yang sangat merugikan kepentingan umum. Udah bikin penumpang terlantar, kereta terlambat. Ide bunuh diri seperti ini juga bikin kerusakan organ tubuh yang dahsyat, karena bisa saja ketika tabrakan terjadi organ2 tubuh akan tercerai-berai sehingga menyulitkan untuk identifiaksi. Bunuh diri tipe ini dendanya paling besar. karena perusahaan kereta api rugi besar disebabkan oleh kereta yang terhenti. Bayangkan saja, mungkin dalam waktu 1 jam, ada sekitar 10-30 jadwal kereta yang bisa mengangkut ratusan bahkan ribuan penumpang. Jika kereta terhenti, perusahaan akan rugi berkali-kali lipat. Selain itu ini tipe bunuh diri yg paling merugikan kepentingan umum, makanya dendanya besar. Keluarga korban bunuh diri akan mengalamai kerepotan yang besar. Selain harus membayar denda yang cukup besar terhadap perusahaan kereta api, biaya pembersihan lokasi juga harus meminta maaf kepada semua penumpang yang merasa dirugikan atas kejadian ini. Cara bunuh diri yang bikin orang lain susah. Tapi walaupunn begitu, kasus seperti terjadi setiap harinya di Jepang. Jepang memang negara yang memiliki kasus bunuh diri tertinggi.

Bunuh diri menjadi salah satu tradisi negeri sakura ini. Setiap tahun kasus bunuh diri  bisa mencapai puluh bahkan ratus ribuan kasus. Tetapi jarang sekali bahkan tidak ada televisi atopun koran yang memeberitakan tentang kasus bunuh diri. Mungkin ini karena kejadian yang biasa dan bukan berita bagus oleh karena itu tidak ditayangkan. Tetapi kecuali sang pelaku orang yang terkenal, artis, pejabat itu pasti akan diberitakan. Tradisi bunuh diri dikenal dengan istilah ‘harakiri’. Dulu saat era samurai, harakiri dilakukan oleh para samurai yang menghunuskan pedangnya ke perut hingga tewas. Tapi cara-cara bunuh diri berkembang seiring berjalannya waktu seperti menabrakkan diri ke kerta, meminum racun, gantung diri ataupun loncat dari gedung yang tinggi hingga mematikan. Ada berbagai macam motif di balik tragedi bunuh diri. Bunuh diri dilakukan karena perasaan tertekan, tidak senang, stress, malu, harga diri ato pun balas dendam. Dulu di jaman perang ato pun era samurai, harakiri dilakukan karena mempertahankan harga diri. Samurai ato tentara lebih baik  melakukan bunuh diri daripada harus bertekuk lutut pada lawan. Pilot Jepang melakukan aksi ‘kamikaze’ (angin yang besar). tindakan harakiri super heroik. Saat Perang Dunia ke-II pilot Jepang menabrakkan pesawat yang mereka kendarai ke pesawat sekutu untuk menghambat pergerakan sekutu mendekati Jepang. Hal ini dilakukan tentara Jepang untuk mempertahankan tanah mereka dari serangan sekutu. Tidakan heroisme tentara Jepang yang bertempur samapai titik darah akhir. Semboyan yang sangat keras di negeri sakura ini, menang ato kalah. Tidak sedikit kekalahan yang berkahir dengan kematian. Perasaan malu karena terbongkarnya skandal korupsi yang membelitnya mendorong menteri pertanian di jajaran Kabinet Shinzo Abe, kasus pelajar yang bunuh diri akibat aksi ‘bully’ , seorang bapak yang bunuh diri karena kehilangan pekerjaan itu beberapa kasus yang diduga karena malu yang mendasari mereka untuk bunuh diri. Malu karena tidak tahan untuk menahan perasaan atas kejadian yang menimpa mereka. Apa pun motif di balik bunuh diri, tetap tidak bisa dibenarkan. Kenapa harus bunuh diri? Bukankah masih banyak jalan menuju Roma, begitu kata pepatah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s