Sebuah Kelapangan Hati…

Subuh tadi seperti biasanya, aku webcam sama suami. suami di Jepang udah bangun lagi mo sarapan. sedangkan aku mo sahur. jadi kita sama2 sarapan pagi lewat layar kaca. Rutinitas pacaran lewat kabel udah kita jalani kurang lebih 3 taun terakhir. berhubung suami *dulu masih pacar* kerja di jepang sedangkan aku di indonesia. kami berbeda waktu 2 jam lebih dahulu di jepang daripada di indonesia. jadi aku mesti bangun subuh buat ketemu suami sebelum dia pergi ke  kantor😀

Seperti biasanya kita ngobrol pagi macem-macem. kebetulan kemaren suamiku baru beli kasur buat di kamar, aku minta ditunjukin gmn itu bentuk kasur, yang menurut cerita suamiku kemaren  tuh sofa-bed gt. ini biar ga riweuh alias penuh ditaro di kamar. maklum kamar kita kecil. standar apartemen di jepang. ada lagi yang mesti aku tau kata suamiku, alien card yang biasanya dikasih pemerintah jepang sama orang asing, juli ini akan diganti sama “new residency management”. ini mulai berlaku 9 juli, jadi ini akan berlaku padaku nanti ketika aku datang ke jepang. Ngobrol ngaler ngidul udah sampe ketika suamiku bilang

“Yang, aku mo cerita. temenku akhirnya mutusin sewa rumah di suatu daerah, menurut temenku itu deket ke kantornya juga ke head quarter. Ada juga temenku yang lain yang ga jadi pindah, soalnya ga mau jauh dari kantor.  Tapi Alhamdulillah ketika aku memutuskan untuk pindah, aku tuh diberi kelapangan untuk nyari rumah yang nantinya gimana caranya kamu bisa betah di rumah. Aku diberi kelapangan buat ga keberatan 30 menit lebih lama yang ditotal 1 jam lebih lama dari rumah kita daripada dulu waktu aku di dormitory yang cuma 30 menit ke kantor. Aku diberi kelapangan buat selalu mikirin kamu yang nantinya biar bisa banyak temen tinggal di rumah kita sekarang, disini banyak orang indonesianya. Sedangkan masih ada calon suami lain yang belum mempersiapkan apapun untuk kedatangan istrinya. Alhamdulillah Allah swt mempermudah dan melancarkan proses yang kita jalani. Allah telah memberi kelapangan hati buat aku untuk ngelakuin semuanya dengan mikirin kamu, sayang”

Hatiku begitu tergetar ketika mendengar kata-kata suamiku yang meluncur dari mulutnya. Batinku menangis begitu terharu mendengar ketulusan apa yang suamiku ucapkan. Kelapangan hati yang ia perlihatkan untuk tidak berkeberatan menyiapkan segala sesuatu untuk kelak aku datang kesana. Aku bangga. Aku merasa bahagia sekali menjadi istrinya. Suamiku begitu memikirkan aku. Suamiku cari kursus bahasa buat aku disana. Kegiatan atau part time yang nantinya aku bisa ikuti. Suamiku cari informasi kesana kemari tentang apa saja yang bisa aku kerjakan disana. Aku sangat merasa beruntung memiliki ia sebagai suamiku yang selalu ingin aku bahagia ada di sampingnya. Terima kasih sayang, atas kelapangan hati yang kau miliki. semoga senantiasa terpelihara dan terus bertambah lapang dan bijak. Makasih sayang, udah jadi pria dan suami terbaik untukku.  Love u so much hon.

Dari apa yang diceritakan suamiku, aku belajar tentang kelapangan hati. Jika kita memiliki kelapangan hati, ikhlas melakukan sesuatu terutama dengan niat ibadah. Insya Allah semuanya akan terasa ringan dan berkah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s