HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

Tiba2 aku pengen nulis tentang penyakit yg satu ini,, HNP (Hernia Nukleus Pulposus).. ini berawal dari si bos yg 2 minggu ini HNP nya kumat.. beliau udah lama kena HNP yg kadang2 kumat klo duduk terlalu lama. 3 minggu yg lalu beliau rapat seharian penuh dari jam setengah 8 pagi sampe jam setengah 8 malam, besoknya langsung deh nyeri pinggang yg sangat amat ketika beliau bangun tidur. Untuk turun dari ranjang pun beliau membutuhkan waktu hampir 15 menit. Sejak saat itu beliau pake sabuk yg fungsinya untuk menahan rasa nyeri. Minggu kemaren beliau msih oke2 aja buat duduk kerja, jalan. Tapi awal minggu ini di kantor beliau selalu mengeluh sakit plus ga bisa duduk lama. Sampai puncaknya tadi malam beliau bilang sakitnya super parah kaya neraka.  Aku cari2 di internet apa itu HNP . Buat informasi makanya aku tulis disini…

 

Hernia Nukleus Pulposus (HNP), biasanya orang awam sebut “saraf terjepit” atau “urat terjepit”.  HNP adalah penonjolan nukleus pulposus (materi yang lunak) pada diskus intervertebralis atau luruhnya nukleus pulposus  sehingga menonjol melalui anulus fibrosus ke dalam kanalis spinalis dan mengakibatkan penekanan radiks saraf. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama dalam mengalami HNP, dengan awitan paling sering antara usia 30 dan 50 tahun. HNP merupakan penyebab paling umum kecacatan akibat kerja pada mereka yang berusia di bawah 45 tahun.

 

HNP (Hernia Nukleus Pulposus)

HNP (Hernia Nukleus Pulposus) (Source: here)

 

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan HNP diantaranya berat badan yang berlebihan, merokok, batuk yang lama dan terus-menerus, gaya hidup bermalas-malasan, sering menyetir dalam waktu yang lama, dan postur tubuh yang tidak diposisikan secara benar. Faktor lainnya adalah perubahan degeneratif yang mengurangi kekuatan dan stabilitas tulang belakang sehingga menyebabkan rentan cedera.

Perubahan degeneratif diantaranya pertambahan usia yang berpengaruh pada penurunan kemampuan menahan air yang dimiliki nukleus pulposus, proteoglikan rusak, komponen mekanik memburuk yang mengakibatkan melebihinya tekanan maksimal dalam diskus sehingga mengakibatkan penonjolan anulus. Faktor lainnya seperti pergerakan tiba-tiba dan bertenaga atau traumatik yang memindahkan gaya dalam jumlah besar ke tulang belakang juga berisiko besar terhadap kemungkinan terjadinya HNP.

 

Nyeri karena HNP dikenal sebagai iskhialgia diskogenik atau siatika, yaitu nyeri sepanjang perjalanan nervus ischiadikus. Nyeri digambarkan sebagai nyeri yang tajam, berpangkal pada bagian bawah pinggang dan menjalar ke lipatan bokong tepat di pertengahan garis tersebut. Dari titik tersebut ke lipatan lutut terasa ngilu, dan dari lipatan lutut ke maleolus eksterna terasa kurang enak atau parestesia atau hipestesia. Pada kasus yang lebih parah, dapat terjadi defisit motorik dan melemahnya refleks. Jika radiks yang terkena penonjolan diskus adalah L5-S1, maka ujung nyeri iskhialgik adalah hipestesia atau parestesia yang melingkari maleolus eksternus dan menuju ke jari kaki ke-4 dan ke-5.

Diskus yang mengalami herniasi dapat menekan ujung saraf di kauda equina; menyebabkan sindrom kauda equina dimana terjadi saddle anasthesia sehingga menyebabkan nyeri kaki bilateral, hilangnya sensasi perianal (anus), paralisis kandung kemih, dan kelemahan sfingter ani. Sakit pinggang yang diderita pun akan semakin parah jika duduk, membungkuk, mengangkat beban, batuk, meregangkan badan, dan bergerak. Istirahat dan penggunaan analgetik akan menghilangkan sakit yang diderita.

Penegakan diagnosis pada pasien HNP dapat berupa anamnesis dan pemeriksaan fisik. Untuk pemeriksaan penunjang, dapat menggunakan X-ray anatomi tulang belakang. Temuan utama pada x-ray pasien dengan HNP adalah penipisan diskus. Selain itu, juga bisa dilakukan MRI standar emas jaringan lunak pada tulang belakang, seperti diskus intervertebralis, ligamen, sumsum tulang belakang, dan saraf spinal.

 

Ada beberapa bentuk terapi yang dapat dilakukan seperti bed rest total, terapi farmakologis (obat), fisioterapi, latihan, traksi, dan korset pinggang, wawancara kepada beberapa penderita HNP berenang teratur (2-3 kali seminggu) dapat membantu penyembuhan HNP. Terapi operatif dilakukan jika ditemukan indikasi, antara lain, terdapat sindrom kauda equine, mengalami defisit neurologis progresif, mengalami defisit neurologis yang nyata, dan rasa sakit yang menetap dan semakin parah empat sampai enam minggu setelah terapi konservatif.

Jenis pembedahan yang bisa dilakukan pada pasien HNP adalah Laminotomi (pemotongan sebagian lamina di atas atau di bawah saraf yang tertekan), Laminektomi (pemotongan sebagian besar lamina atau vertebra), dan Disektomi (pemotongan sebagian atau keseluruhan diskus intervertebralis). Sementara, ada juga yang disebut Minimally Invasive Operation.

Dengan cara ini, insisi yang diperlukan tidak lebar, dimungkinkannya visualisasi lokasi patologi melalui mikroskop atau endoskop, trauma pembedahan yang dialami pasien jauh lebih sedikit, dan pasien dapat pulih lebih cepat.

 

Cara agar mencegah HNP?

Tentunya menghindari gaya hidup dan faktor-faktor penyebab HNP yang telah disebutkan sebelumnya. Selain itu, kita pun harus mengontrol berat badan sehingga tekanan pada tulang belakang tidak berat dan sikap tubuh yang benar.  Kadang penggunaan korset untuk dapat menopang tulang belakang dan mencegah kerusakan saraf pada orang yang sering mengangkat beban yang berat.

 

Source :

http://mukipartono.com/mengenal-nyeri-pinggang-hnp/

http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/hernia-nukleus-pulposus-hnp/7

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s